Minggu, 20 April 2014

lomba robotika diuniversitas gunadarma



Lomba Robot Line Follower

Tulisan ini merupakan pengalaman saya saat mengikuti lomba Line Follower yang diadakan di Universitas Gunadarma Depok.

            Tanggal 13 Januari kemarin diadakan lomba Line Follower di Universtas Gunadarma, peserta yang mengikuti lomba ini harus dari mahasiswa Gunadarma. Dalam lomba ini saya ikut sebagai peserta saat lomba tersebut. Lomba Line Follower ini diikuti lebih dari 100 mahasiswa Gunadarma, termasuk saya dan teman saya.
            Beberapa hari sebelumnya saya dan teman saya terlebih dahulu mengikuti training lomba Line Follower ini, saat training kami diberikan peraturan dan ketentuan lomba. Lomba Line Follower ini kami hanya perlu mensetting robot line followernya  saja, tidak perlu harus membuat robot line follower, karena robot line follower sudah disediakan oleh pihak panitia. Tanggal 13 pun tiba, pada saat tanggal ini juga bersamaan dengan hujan lebat yang merata disetiap daerah. kamipun dalam perjalanan menuju Universitas Gunadarma melalui jalanan yang banjir yang memaksa kami harus memutar atau mencari jalan lain.
            Kami berangkat jam 1 siang dari kampus J1 kalimalang, sampai dikampus Gunadarma Depok sekitar jam setengah 4 sore karena kami terjebak macet dan banjir. Sesampainya dikampus Depok kami tidak langsung mengikuti lomba, kami diharuskan untuk registrasi terlebih dahulu. Setelah registrasi kami menunggu giliran kami. Saat yang ditunggupun tiba saya dan beberapa peserta lainnya memasuki ruangan lomba, kami diharuskan mensetting robot line follower agar berjalan sesuai yang diperintahkan. Saya sebenarnya berhasil untuk menjalankan robot line followernya tapi kami kalah waktu dengan peserta lainnya.

Sekian pengalaman saya selama mengikuti lomba Line Follower, walaupun mungkin tidak penting bagi sebagaian pembaca, tapi menurut saya ini merupakan pengalaman yang dapat saya share pagi para pembaca sekalian.




Minggu, 06 April 2014

Car Free Day

Weekend atau akhir minggu merupakan hari yang paling sering digunakan bagi setiap orang untuk berolahraga pagi disekitaran jakarta. Untuk berolahraga ataupun hanya untuk menikmati kota Jakarta yang sepi dari kendaraan bermotor. Beberapa minggu yang lalu saya beserta teman-teman saya berencana untuk jogging ataupun sekedar menikmati Jakarta yang bebas kendaraan bermotor.
            Saya berangkat dari rumah sekitar jam setengah 6 pagi menuju rumah teman saya yang berada di daerah harapan indah bekasi atau yang biasa dikenal HI, karena kami berencanan untuk berkumpul terlebih dahulu. Setelah semua berkumpul kami langsung menuju bundaran HI. Perjalanan menuju bundaran HI sangat lancar mungkin dikarenakan memang hari libur dan kami berangkat pagi hari. Kami sampai dibundaran HI sekitar jam setengah 7, sesampainya disana ternyata sudah dipenuhi oleh ratusan bahkan mungkin ribuan orang yang mempunya tujuan yang sama seperti kami.
            Kami langsung melakukan pemanasan dan lari lari kecil, untuk sekedar merenggangkan otot.
 Setelah melakukan pemanasan kami lari disekitaran bundaran HI, tidak lupa kami mengabadikan momen bersama dengan kamera ponsel yang kami bawa. Tidak terasa kami sudah berlari 1 jam lebih, setelah kami kira sudah cukup lari paginya kami memutuskan untuk sekedar mengisi perut dengan sarapan ataupun memakan makanan kecil yang kami beli disekitaran bundaran HI.  Setelah mengisi perut kamipun melakukan perjalan pulang kerumah masing-masing.


Membuat Alat Elektronika

Pada tulisan berikut ini saya ingin menceritakan pengalaman saya sewaktu awal - awal ajaran kuliah di Universitas Gunadarma

          Tulisan berikut ini merupakan pengalaman saya sewaktu disemester 3 lalu. Disemester 3 yang lalu setiap mahasiswa sistem komputer diwajibkan untuk mengikuti praktek Elktronika dasar. Ini merupakan pengalaman pertama saya sekaligus membuat saya kaget karena saya tidak pernah membayangkan mendapatkan praktek elektro. Pada awal saya masuk kuliah saya membayangkan mendapatkan praktek yang lebih banyak tentang komputer. Dipraktek elektronika ini setiap praktikan dituntut untuk membuat sebuah alat elektronika sebagai alat ukur untuk melakukan penilaian, saya dan ke-3 teman saya membuat alat Auto fan.

          Mungkin dikarenakan saya yang sama sekali tidak paham tentang elektronika, sehingga alat yang pertama saya buat ini banyak mengalami kegagalan, mulai dari jalur, kemudian saat melarutkan feriklorit, dan banyak lagi tetapi pada akhirnya semua tidak sia-sia alat yang saya dan teman saya berhasil, walaupun banyak mengalami kegagalan tetapi semua itu saya jadikan sebuah pengalaman yang baru untuk saya saya.


Kamis, 27 Maret 2014


my name is  SHARIF HAQI MAULANA

        Nama lengkap saya sharif haqi maulana.  Saya lahir di bekasi mei 1992. Aku anak ke 2 dari 3 bersaudara. Meskipun saya anak kedua bukan berarti saya anak yang manja dan apapun kemauan saya harus diturutin. Karena kedua orgtua saya mengajarkan agar saya menjadi anak yang sholeh, bertanggung jawab dan menjadi anak yang sukses dan berhasil.
Saya bersekolah dasar di SDN kota baru, yang letaknya tidak jauh dari rumah, enam tahun saya bersekolah di SD tersebut, dan setelah lulus dan mendapatkan nilai yang cukup memuaskan akhirnya saya melanjutkan ke SMP binasiswa utama di daerah bekasi barat, saya memilih smp tersebut karena memang sekolah menegah pertama tersebut terfavorit di daerah bekasi barat. Tiga tahun saya belajar disana dan meneruskan ke SMk Malaka jakarta timur. Saya sangat senang sekolah disana karena sekolah menengah atas tersebut terkenal bagusnya dalam prestasi. Di smk saya mengikuti ekskul futsal karena kalau saya ikut ekskul tersebut saya suka sekali dengan olahraga.
Setelah lulus dalam ujian smk saya melanjutkan ke perguruan tinggi, saya sempet bingung mau meneruskan ke perguruan tinggi mana, dan akhirnya ayah saya menyuruh saya untuk ikut ujian spmb ke universitas negri Jakarta, karena ayah saya menginginkan saya menjadi guru kelak nantinya. Ujian saringanpun dimulai berkali-kali dan saat itu saya agak kecewa karena hasilnya saya tidak lolos. Setelah tau saya tidak dapet universitas negri dan akhirnya saya mendaftarkan di universitas GUNADARMA. Saya memilih kuliah disana karena mengikuti kedua kawan saya yang alumni gundarma. Dikampus inilah saya mengambil jurusan sistem komputer  dan saya sangat mengharapkan setelah lulus dari kampus gunadarma dan menjadi seorang sarjana yang berhasil yang kelak bisa membahagiakan ke dua orangtua saya, amiin.


Description: D:\ALL PICTURES\1KB05 BuRogayah-1kb05 2012\552465_3637472210587_811001539_n.jpg

Selasa, 21 Januari 2014

hubungan iptek dengan kemajuan perkembangan pembangunan nasional

            Pembangunan Nasional Merupakan usaha meningkatkan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan berlandaskan kemampuan nasional dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global. Dalam pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, dan kukuh kekuatan moral dan etikanya. Tujuan pembangunan nasional adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa dan dalam pelaksanaannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Maksudnya adalah setiap warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. Dalam melaksanakan pembangunan nasional yang dibangun mencakup hal yang bersifat lahiriah maupun batiniah yang selaras, serasi dan seimbang. Itulah sebabnya pembangunan nasional yang dilaksanakan bertujuan mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya yaitu sejahtera lahir dan batin. Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup fisik manusia, misalnya sandang, pangan, perumahan, pabrik, gedung perkantoran, pengairan, sarana dan prasarana transportasi, sarana dan prasarana olah raga dan sebagainya. Sedangkan pembangunan yang bersifat batiniah misalnya pembangunan sarana dan prasarana : ibadah, pendidikan, rekreasi dan hiburan, kesehatan dan sebagainya. Bagaimana proses pembangunan nasional itu berlangsung, ,maka harus dipahami manajemen nasional yang terangkai dalam sebuah Sistem Manajemen Nasional.

Pembangunan nasional meliputi :
1)      Pembangunan Ekonomi
Peranan sektor industri dan perdagangan diarahkan untuk memantapkan stabilitas ekonomi, di samping kinerja sektor pertanian berusaha ditingkatkan, dan pembangunan kehutanan ditekankan pada rehabilitasi hutan dan lahan kritis, pembangunan hutan tanaman industri dan hutan rakyat. Selain itu, kegiatan dunia usaha yang tumbuh dengan pesat ternyata cenderung ditujukan pada sektor yang rentan terhadap gejolak moneter, sehingga kegiatan ekonomi yang mengalami kontraksi bertambah bebannya, dan mengakibatkan berkurangnya kesempatan kerja, meskipun selama Repelita VI pertambahan angkatan kerja telah diikuti oleh perluasan kesempatan kerja, baik dalam jumlah maupun mutu.

2)      Pembangunan Prasarana
Makin membaiknya sarana dan prasarana perhubungan serta pembangunan pariwisata, pos dan telekomunikasi yang meningkat, mempunyai arti yang semakin penting dalam menunjang pembangunan nasional secara keseluruhan. Di samping sektor pengairan dengan jaringan irigasi yang merupakan pendukung sektor pertanian, sektor pertambangan dan energi tetap melanjutkan peranannya sebagai sektor andalan yang menyediakan sumber energi, bahan baku industri dan sumber penerimaan negara.

3)      Pembangunan Sumber Daya Manusia
Pada awal pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta keseimbangan ekonomi makro yang terkendali selalu diikuti oleh sumber daya manusia (SDM) yang semakin meningkat kualitasnya. Dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya, pembangunan agama, budi pekerti, kesehatan, kesejahteraan sosial, pendidikan, serta Iptek, kelautan dan kedirgantaraan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya pembangunan kualitas SDM, sebagai insan dan sumber daya pembangunan.

4)      Pembangunan Regional dan Pembangunan Sumber Daya Alam
Pembangunan daerah sebagai bagian integral dan penjabaran dari pembangunan Nasional diarahkan untuk lebih mengembangkan dan menyerasikan laju pertumbuhan antar daerah dengan memperhatikan daerah yang terbelakang, daerah padat dan jarang penduduk, daerah transmigrasi, daerah terpencil dan perbatasan, serta mempercepat pembangunan kawasan Timur Indonesia yang pelaksanaannya disesuaikan dengan prioritas daerah.

5)      Pembangunan Hukum, Penerangan, Politik, Hankam dan Administrasi Negara
Pembangunan hukum terus diupayakan untuk kemajuan perletakan dasar-dasar kuat bagi terwujudnya Indonesia sebagai negara hukum di samping kesadaran politik rakyat di atas landasan Pancasila dan UUD 1945. Selain pembangunan pertahanan keamanan negara (hankamneg) diarahkan pada pembangunan segenap komponennya untuk memelihara stabilitas nasional yang mantap, dinamis, dan mewaspadai perkembangan lingkungan strategis; pendayagunaan aparatur negara dan sistem pengawasan pembangunan semakin diperlukan untuk memperlancar penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan secara efisien, efektif, bersih, bertanggung jawab dan merata di seluruh pelosok tanah air.

Permasalahan Pembangunan Nasional
Contoh : masalah pembangunan iptek.
1)      Kebijaksanaan yang sesuai bagi pengembangan iptek.
untuk meningkatkan produktivitas maka kebijaksanaan untuk penerapan dan pengembangan iptek perlu pula diarahkan untuk mencari pemecahan masalah-masalah besar yang masih harus dihadapi dalam pembangunan jangka panjang mendatang seperti pengangguran, kemiskinan, pembangunan daerah terbelakang seperti kawasan timur Indonesia, dan berbagai ketimpangan sosial lainnya. Dengan perkataan lain, pengembangan iptek harus terarah pula pada peningkatan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

2)      Strategi pengembangan iptek yang tepat
Artinya perlu pemikiran tentang ketersediaan dana, fasilitas riset dan teknologi yang ada baik dalam jumlah kualitas maupun penyebarannya antara sektor dan antar wilayah dalam mendukung kegiatan pembangunan iptek. Demikian juga dengan optimalisasi pendayagunaan berbagai sumber daya tersebut.

3)      Di sektor produksi
      Pada umumnya kegiatan produksi di Indonesia belum sampai pada tahap rancang bangun rekayasa dan penguasaan teknik produksi yang memadai untuk dapat menyerap perkembangan teknologi dan mengitegrasikan kedalam kegiatan produksi itu sendiri. Sebagian besar dari proses pengalihan teknologi yang terjadi baru sampai pada pemanfaatan kemajuan teknologi yang terkandung dalam berbagai  peralatan yang digunakan.

4)      Berbagai macam kegiatan penelitian dan pengembangan
      Sekalipun di tingkat nasional telah dilakukan berbagai investasi untuk mengembangkan lembaga-leMbaga litbang, laboratorium penelitan, dan pusat-pusat pelayanan teknologi, namun dampaknya terhadap perkembangan industri khususnya dan dunia usaha umumnya belum meluas. Hal ini menunjukkan bahwa kemitraan antara kalangan industri dan dunia usaha, serta lembaga-lembaga litbang masih lemah.

Beberapa dampak positif dan negatif dari perkembangan Teknologi terkait dengan dunia Pendidikan yaitu :
a.  Dampak Positif
      1.   Munculnya Media Massa, khususnya Media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat Pendidikan, seperti jaringan internet.
Dampak dari hal ini yaitu guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap informasi yang diajarkan oleh guru, tetapi juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari internet, oleh karena itu guru disini bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing siswa untuk mengarahkan dan memantau jalannya pendidikan, agar siswa tidak salah arah dalam menggunakan Media Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran.     
      2.   Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka
Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga  menggunakan jasa pos Internet dan lain-lain.
      3.   Adanya sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pemamfaatan Teknologi.
Dulu, ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan analisis terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara manual. Namun setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugasnya yang dulunya dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu dengan menggunakan media teknologi, seperti Komputer, yang dapat mengolah data dengan memanfaatkan berbagai program.
      4.   Pemenuhan  Kebutuhan akan Fasilitas Pendidikan dapat Dipenuhi dengan Cepat
Dalam bidang pendidikan tentu banyak hal dan bahan yang harus dipersiapkan, salah satu contoh, yaitu : penggandaan soal ujian, dengan adanya mesin foto copy untuk memenuhi kebutuhan akan jumlah soal yang banyak tentu membutuhkan  waktu yang lama untuk mengerjakannya kalau dilakukan secara manual. Tapi dengan perkembangan teknologi semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat.

b.    Dampak Negatif
Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan muncul dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK dalam proses pendidikan, antara lain ;
1.   Siswa menjadi malas belajar
Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa menjadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk internetan yang hanya mendatangkan kesenangan semata, seperti  ; Facebook, Chating, Twitter dan lain-lain, yang semuanya itu tentu akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa.
2.   Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam
Selama ini sering kita melihat dan mendengar di siaran TV, tentang adanya kebocoran soal ujian, ini merupakan salah satu akibat dari penyalahgunaan teknologi, karena dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka dengan mudah dapat mengakses informasi dari satu daerah ke daerah lain, inilah yang dilakukan oleh oknum untuk melakukan penyelewengan terkait dengan kebocoran soal ujian,  sehingga kejadian ini sering meresahkan pemerintah dan masyarakat.
3.   Adanya penyalahgunaan system pengolah data yang menggunakan Teknologi.
Dengan adanya pengolahan data dengan system Teknologi, sering akli kita temukan adanya terjadi kecurangan dalam melakukan analisis data hasil penelitian yang dilakukan oleh siswa dan bahkan mahasiswa, ini mereka lakukan untuk mempermudah kepentingan pribadi, dengan mengabaikan hasil penelitian yang dilakukan.

Dalam hubungan IPTEK dengan kemajuan pembangunan nasional mempunyai dampak tersendiri, seperti dampak IPTEK di kehidupan manusia terdapat dampak positif seperti penemuan-penemuan barang baru. Namun disamping keuntungan-keuntungan yang diperoleh, ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang bisa disalah gunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu.

Referensi :



Senin, 11 November 2013


Tawuran Pelajar Makin Marak Terjadi Di Kota-Kota Besar Indonesia


     Dunia pendidikan kembali tercoreng-moreng. Tawuran antarpelajar dari beberapa sekolah kembali pecah di Jakarta pada Rabu, 18 Juli 2012.  Tawuran itu melibatkan SMA 06 dan SMA 70 Jakarta. Selain kedua sekolah ini, tawuran juga pecah antara pelajar SMK 15 dan SMK 29 atau SMK Penerbangan.
Ironisnya tawuran ini terjadi di awal tahun ajaran baru, bahkan saat pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah (MOS) masih berlangsung di sekolah lain di tempat yang berbeda. Di lain pihak, sebagian pelaku tawuran adalah siswa-siswa baru yang baru selesai melaksanakan MOS dan atribut MOS bahkan masih melekat di tubuh mereka.
Seperti kita ketahui, tawuran antarpelajar bukanlah kasus baru dalam dunia pendidikan kita. Pasalnya, sepanjang tahun, peristiwa kekerasan yang melibatkan remaja sekolahan ini selalu terjadi. Bahkan dari tahun ke tahun, bukannya semakin berkurang, namun justru kian meningkat.
belum lagi jika menghitung tawuran yang terjadi di tingkat universutas, yang pastinya semakin menambah daftar panjang kasus tawuran ini.
Di Jakarta, data tawuran yang tercatat di Bimmas Polda Metro Jaya, menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas. (www.kpai.go.id/15 Mei 2011). Sementara untuk tahun 2010, Komnas PA juga mendata jumlah tawuran antarpelajar sebanyak 128 kasus. Dan tahun 2011 kembali naik sebanyak 339 kasus dan memakan korban jiwa 82 orang.
Selain data kejadian yang terus meningkat, gaya perkelahian yang dipertontonkan juga kian tidak terkendali dan semakin berani. Para pelaku tawuran kini secara sengaja mempersiapkan persenjataan untuk perkelahian. Senjata yang disiapkan dan digunakan juga tidak tanggung-tanggung, mulai dari sekadar balok kayu, hingga senjata tajam seperti celurit, pisau, klewang, dan gear motor yang sudah dimodifikasi sedemikan rupa.
Dengan persiapan sematang ini, bisa dipastikan, ‘niat’ untuk tawuran bukan hanya perkelahian biasa, tapi sudah bersiap untuk saling membunuh. Tak ada lagi ketakutan untuk memukul, melukai, bahkan jika harus membunuh sekalipun. Sebaliknya mereka juga tak lagi berpikir bahwa perilaku seperti ini kan merugikan kehidupan mereka sendiri dengan kemungkinan menjadi korban. Hal-hal seperti ini tak lagi menjadi bahan perhitungan. Yang ada adalah semangat, rasa ego dan dendam  untuk menghabisi lawan.

Faktor Pemicu

Banyak hal yang menjadi alasan para pelajar memulai aksi tawuran. Kadang dimulai dari hal-hal yang sepele seperti saling mengejek antarsiswa dan saling menghina atas nama sekolah. Pemicu yang lain, seringkali dari aneka permainan olahraga hingga pentas seni. Jadi, kegiatan yang awalnya sebenarnya ditujukan untuk kompetisi persahabatan antarsekolah justru menjadi pemicu pecahnya tawuran. Awalnya mungkin hanya perkelahian antara seorang dua orang pelajar, namun pada kondisi berikutnya akhirnya merembet pada meletusnya tawuran yang lebih besar.
Lebih dari itu, menurut psikolog Sander Diki Zulkarnaen dalam pengaduan ke KPAI tahun 2011, menyebutkan bahwa untuk kota besar, masalah pemicu tawuran sudah demikian kompleks, meliputi faktor sosiologis, budaya, psikologis, juga kebijakan pendidikan dalam arti luas (kurikulum yang padat misalnya), serta kebijakan publik lainnya seperti angkutan umum dan tata kota.
Dengan kata lain, faktor-faktor tersebut sesungguhnya adalah faktor keluarga/rumah, sekolah, dan lingkungan. Keluarga yang tidak harmonis dan sering mempertontonkan perkelahian/kekerasan pada anak akan cenderung membuat anak mencontoh perilaku yang sering dilihatnya. Di sisi lain, kurangnya kasih sayang dan perhatian yang diterima anak dari dalam rumah akan membuat mereka menyibukkan diri dengan pergaulan bersama teman-teman sebaya (mungkin dalam genk) yang dianggap mampu memberi rasa nyaman dan kebersamaan.
Hal ini kian diperparah lagi dengan sangat kurangnya basic pendidikan agama yang ditanamkan oleh para orang tua. Pada akhirnya, kelompk-kelompok pelajar seperti ini akan sangat mudah tesulut emosinya untuk menyelesaikan persoalan dengan jalan pintas jika ada sedikit saja pemantik yang mengusik jati diri mereka.
Di sisi lain, pendidikan sekolah masa kini yang dikotomis antara pendidikan umum dan agama, juga tak bisa diharapkan mampu memberi bekal yang cukup untuk membentuk siswa yang berkepribadian baik. Di satu sisi, penguasaan ilmu dan prestasi dalam bidang pelajaran umum terus dipacu, namun ternyata tidak dibarengi dengan upaya yang sama dalam hal pembinaan akhlak dan keterikatan terhadap norma agama. Akibatnya, intelegensi boleh tinggi tapi minus akhlak mulia hingga cenderung bersikap anarkis dalam menyelesaikan persoalan.
Lebih parahnya lagi, padatnya kurikulum pembelajaran seakan tak memberi ruang bagi peserta didik untuk sekedar ‘berkontemplasi’, memikirkan lebih jernih setiap masalah yang dihadapinya dan mencari solusi terbaik. Sebaliknya yang terjadi adalah para pelajar harus menjalani ritual yang monoton setiap hari; pergi ke sekolah dan duduk menerima pelajaran di kelas dengan jadwal yang padat. Sungguh sebuah siklus yang pastinya sangat membosankan dan pada tahap tertentu bisa saja menjadi pemicu frustasi.
Selanjutnya, kompleksitas dalam keluarga dan sekolah juga ditambah lagi dengan kondisi lingkungan yang tak bersahabat. Harus diakui, lingkungan sosial kita saat ini adalah lingkungan yang begitu rawan atas perkembangan perilaku, fisik dan psikis generasi muda. Tindak kekerasan dan peredaran obat terlarang, hanyalah sedikit contoh, yang turut memperburuk moral para remaja ini. Di sisi lain, ketidaktegasan penguasa dan carut-marutnya pengaturan dan perlindungan negara terhadap para generasi semakin menjerumuskan para penerus bangsa ini dalam kehidupan yang semakin kehilangan arah.

Solusi Fundamental

Bagaimanapun, tawuran hanyalah satu dari sekian banyak permasalahan pendidikan yang membelit bangsa ini. Persoalan ini tak bisa dilepaskan dari sistem sekularisme yang dijadikan patokan untuk mengatur segala lini negeri ini. Sistem inilah yang telah menjauhkan peran agama (Islam) untuk mengatur kehidupan dan menyelesaikan segala persoalan.
Agama (Islam) hanya dipandang sebagai aturan untuk mengurus ibadah ritual semata dan tidak diperkenankan untuk mengatur aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Akibatnya, kita semakin jauh dari aturan Pencipta, dan tidak punya gambaran utuh bagaimana sejatinya Islam menyelesaikan setiap inci permasalahan manusia termasuk bidang pendidikan dan pembinaan generasi. Jauhnya kita dari Islam kini, justru kian menyengsarakan dan merusak tatanan kehidupan yang kita jalani, termasuk merusak kehidupan para generasi muda kita.
Karenanya, dibutuhkan solusi fundamental menyelesaikan persoalan tawuran pelajar. Yaitu mengganti sistem sekularisme dengan sistem Islam, yang dengannya akan mampu melahirkan sinergi antara pendidikan di rumah, sekolah dan lingkungan secara terarah.
 

video tauran antar pelajar :
http://youtube.com/watch?v=7_N-1BoCSbk






Sumber :  
#Youtube

Peran Pemuda Dalam Kemajuan Bangsa


“Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, itulah perkataan founding father Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan Negara.  Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara.  Generasi muda  harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global. Pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat.
Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu mempunyai peran yang sangat strategis di setiap peristiwa penting yang terjadi. Ketika memperebutkan kemerdekaan dari penjajah belanda dan jepang kala itu, ketika menjatuhkan rezim Soekarno (orde lama), hingga kembali menjatuhkan rezim Soeharto (orde baru), pemuda menjadi tulang punggung bagi setiap pergerakan perubahan ketika masa tersebut tidak sesuai dengan keinginan rakyat.  Pemuda akan selalu menjadi People make history (orang yang membuat sejarah) di setiap waktunya. Pemuda memang mempunyai posisi strategis dan istimewa. Secara kualitatif, pemuda lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni dan energi besar dalam perubahan sosial dan secara kuantitatif, sekitar 30-40 % pemuda dari total jumlah penduduk Indonesia dalam kisaran umur 15-35 tahun dan akan lebih besar lagi jika kisaran menjadi 15-45 tahun.
.
Saya melihat bahwa pemuda akan lebih bersifat kreatif untuk melakukan pergerakan ketika kondisi atau suasana di sekitarnya mengalami kerumitan, terdapat banyak masalah yang di hadapi yang tidak kunjung terselesaikan. Di satu sisi, ketika suasana di sekitarnya terlihat aman dan tentram tidak ada masalah serius yang dihadapi, pemuda akan cenderung diam/pasif, tidak banyak berbuat, lebih apatis  dan mempertahankan kenyamanan yang dirasakan. Padahal baik dalam kondisi banyak permasalahan ataupun kondisi tanpa masalah serius, pemuda dituntut lebih banyak bergerak dalam membuat perubahan yang lebih baik, lebih produktif dan lebih kreatif dalam memikirkan ide-ide perubahan untuk bangsa yang lebih baik..

Saya melihat kondisi pemuda Indonesia saat ini, mengalami degradasi moral, terlena dengan kesenangan dan lupa akan tanggung jawab sebagai seorang pemuda. Tataran moral, sosial dan akademik,  pemuda tidak lagi memberi contoh dan keteladanan baik kepada masyarakat sebagai kaum terpelajar, lebih banyak yang berorientasi pada hedonisme (berhura-hura), tidak banyak pemuda yang peka terhadap kondisi sosial masyarakat saat ini, dalam  urusan akademik pun banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa mereka adalah insan akademis yang dapat memberikan pengaruh besar dalam perubahan menuju kemajuan bangsa.

Sebagai seorang pemuda menjadi kebanggan tersendiri bagi saya lahir di hari “Sumpah pemuda” 28 Oktober 1990 silam.  Terlahir di hari “Sumpah pemuda” memberi saya motifasi luar biasa untuk memberi kontribusi besar dalam pembinaan pemuda dan ini saatnya bekerja untuk Indonesia menuju kemajuan bangsa yang lebih baik. Dengan melihat degradasi moral dikalangan pemuda Indonesia saat ini membuat saya berperan aktif dalam pembinaan moral dikalangan pemuda/pelajar Makassar. Melalui proses mentoring dengan pendekatan nilai-nilai rohani dalam penggabungan tiga aspek kecerdasan manusia (IQ, SQ, EQ). Semoga ini menjadi tahap awal dalam membentuk generasi mudah yang berguna bagi nusa dan bangsa. MAJU PEMUDA INDONESIA UNTUK PERADABAN LEBIH BAIK !