Senin, 06 Mei 2013

cpm




Critical Path Method
Critical Path Method / CPM adalah suatu rangkaian item pekerjaan dalam suatu proyek yang menjadi bagian kritis atas terselesainya proyek secara keseluruhan. Ini artinya, tidak terselesaikannya tepat watu suatu pekerjaan yang masuk dalam pekerjaan kritis akan menyebabkan proyek akan mengalami keterlambatan karena waktu finish proyek akan menjadi mundur atau delay. CPM dibangun atas suatu network yang dihitung dengan cara tertentu dan dapat pula dengan software sehingga menghasilkan suatu rangkaian pekerjaan yang kritis.
Dalam konsep menggunakan milestone dan CPM secara integrated ini secara sederhana bermaksud untuk membuat schedule yang berukuran besar pada proyek besar menjadi schedule yang lebih kecil. Secara logika kita pahami bahwa schedule yang lebih kecil berarti  schedule tersebut lebih managable atau dapat lebih mudah untuk dikelola. Inilah intinya peran konsep ini dalam mengatasi kompleksitas proyek yang besar.
Konsep ini tentu saja dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi proyek yang ada dan dapat di trial. Langkah standart dalam pemikiran saya adalah sebagai berikut:
1.       Membagi seluruh pekerjaan menjadi beberapa kelompok pekerjaan yang dapat dikatakan sejenis.
2.      Menentukan durasi penyelesaian pekerjaan masing-masing milestone.
3.      Menentukan keterkaitan-keterkaitan (interdependencies) antara kelompok-kelompok pekerjaan tersebut.
4.      Menentukan critical path method atas milestone berdasarkan hubungan saling keterkaitannya
5.      Membandingkan durasi total pekerjaan dengan waktu yang dibutuhkan
Pada dasarnya lima langkah di atas sudah cukup dalam upaya mengecilkan network schedule yang besar. Tapi harus dilakukan pengecekan apakah waktu yang dibutuhkan telah sesuai dengan target schedule yang ada. Jika target schedule telah sesuai, maka langkah dapat dianggap selesai. Namun jika schedule yang terjadi lebih dari yang ditargetkan, maka harus dilakukan trial-error. Langkah lanjutannya adalah sebagai berikut:
1.       Membreakdown kelompok pekerjaan tersebut menjadi lebih kecil dalam bentuk item pekerjaan atau zone pekerjaan. Bisa juga gabungan antara keduanya.
2.      Menentukan durasi penyelesaian pekerjaan masing-masing zone.
3.      Keterkaitan antara kelompok pekerjaan diefektifkan dengan mengkajinya dalam bentuk yang lebih detil yaitu zone pekerjaan. Keterkaitan pekerjaan saat ini adalah antara zone kelompok pekerjaan yang satu dengan zone kelompok pekerjaan yang lainnya.
4.      Menentukan critical path atas kondisi di atas.
5.      Membandingkan durasi total pekerjaan dengan waktu yang dibutuhkan.
Langkah tambahan akan membuat schedule pelaksanaan menjadi lebih singkat. Sehingga berpeluang memenuhi target pelaksanaan. Perlu diketahui bahwa saat ini milestone sudah bukan lagi item pekerjaan, tapi merupakan salah satu zone pelaksanaan atas suatu item pekerjaan. Langkah trial error adalah dengan mengubah ukuran zone pekerjaan sedemikian schedule sesuai target.
Tambahan langkah dalam rangka membuat schedule memenuhi target seperti membuat zone pekerjaan, dan trial error ukuran zone pekerjaan akan membuat network schedule bertambah besar besar berkali lipat. Sehingga perlu dipertimbangkan agar schedule pekerjaan proyek besar masih dapat dikelola. Jadi buatlah schedule yang dapat dimanage atas proyek besar

SUMBER:http://manajemenproyekindonesia.com/?p=928

Selasa, 26 Maret 2013

Interaksi Manusia Komputer

Interaksi manusia dan komputer (bahasa Inggris: human–computer interaction, HCI) adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia. Ilmu ini berusaha menemukan cara yang paling efisien untuk merancang pesan elektronik. [1Sedangkan interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan.

Sub bidang studi interaksi manusia dengan komputer
Ada tiga sub-bidang studi yang berhubungan dengan interaksi dengan komputer :
  1. Ergonomi dimana interaksi manusia-komputer berkaitan dengan bentuk fisik dari mesin.
  2. Faktor manusia berkaitan dengan masalah- masalah psikologis.
  3. Interaksi manusia dan komputer mengkaji bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi antar ilmu komputer desain terkait dengan manusia dengan komputer.
bagi para perancangnya alat fisik interaksi antarmuka komputer sering diuji, sehingga memungkinkan pertukaran informasi.
Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam perancangan sebuah antarmuka adalah :
  1. Metodologi dan proses yang digunakan dalam perancangan sebuah antarmuka.
  2. Metode implementasi antarmuka.
  3. Metode evaluasi dan perbandingan antarmuka.
  4. Pengembangan antarmuka baru.
  5. Mengembangkan sebuah deskripsi dan prediksi atau teori dari sebuah antarmuka baru.
Contoh : dalam interaksi manusia dengan komputer terdapat beberapa panca indera digunakan untuk dapat berinteraksi----: Manusia mewujudkan fisiologi yang diperlukan untuk menyerap informasi dalam bentuk suara. Sama seperti mata dapat melihat berbagai variasi cahaya - rona, briteness, kontras - telinga mampu penginderaan array yang luas dari suara melalui perubahan timbre, kenyaringan, dan pitch.Pikiran kemudian dapat mengasosiasikan suara ini dengan peristiwa, objek, atau gagasan abstrak.Paling sering, suara-sebagai-informasi ada sebagai pidato atau musik, dan memang ini akan terus di Internet. Audio konten juga umumnya dihasilkan oleh mesin untuk menyampaikan informasi, dan penggunaan ini juga akan terus di Internet.
Contoh: Dalam sebuah rumah sakit, suara Mengenal dari elektrokardiograf (EKG) berbunyi 'bip' dalam irama ke jantung; pager alert wanita di sebuah sudut jalan, telegraf memancarkan klik merata-spasi dalam kode Morse.Semua ini adalah contoh menampilkan pendengaran, suara yang dibuat oleh sebuah mesin dalam rangka berhubungan informasi.Di zaman ketika bahasa telah menjadi bentuk komunikasi dominan, suara memainkan peran penting dalam hidup kita.

Tujuan interaksi manusia dengan komputer
  • Tujuan utama disusunnya berbagai cara interaksi manusia & komputer :
untuk mempermudah manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer. Para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang dirancangnya dapat bersifat akrab dan ramah dengan penggunanya (user friendly).
  • Sebagai contoh, misalnya sebuah komputer lengkap dipasang pada sebuah tempat yang tidak nyaman bagi seorang pengguna yang menggunakan. Atau keyboard yang digunakan pada komputer tersebut tombol-tombolnya keras sehingga susah untuk mengetik sesuatu.
Contoh-contoh diatas merupakan beberapa hal mengapa kita membutuhkan mempelajari Interaksi Manusia dan Komputer.
Kita butuh Interaksi manusia komputer adalah agar kita lebih cepat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. serta dapat membuat waktu pengerjaannya lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak biaya dalam membuat suatu pekerjaan.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_manusia-komputer

Kamis, 24 Januari 2013

WBS


Work Breakdown Structure 

WBS adalah suatu struktur kerja, yang biasanya ada di project management, fungsinya untuk mengatur alur kerja. Jadi satu project besar misalnya dibagi-bagi ke project kecil lalu nantinya akan digabung, seperti pada pabrik mobil yaitu kita membuat komponen-komponen kecilnya lalu kita juga membuat komponen yang besar dan semua komponen itu baik yang kecil maupun besar digabung menjadi satu kesatuan dan jadilah mobil. Itu ditujukan agar lebih focus dan mudah.

Dengan kata lain WBS adalah dekomposisi hirarki sebuah proyek menjadi fase dan pengiriman paket pekerjaan. DImana Work Breakdown Structure menunjukkan pembagian usaha untuk mencapai suatu tujuan. MIsalnya program, proyek dan kontrak.

Jadi WBS ini sangat penting dalam pengerjaan sebuah proyek. WBS juga bisa dijadikan suatu acuan untuk mengerjakan proyek apakah proyek ini berhasil atau tidak apakah proyek ini selesai tepat waktu atau tidak, baik dan buruknya istilahnya WBS yang menentukan. Lalu WBS juga bisa dibuat seperti hirarki jadi dalam mengerjakan sebuah proyek kita bisa memilah dan memilih mana yang mudah dan sulit mana yang cepat dikerjakan dan lama pengerjaannya. Lalu WBS juga bisa disebut Mind Map dimana dapat dibagi-bagi menjadi banyak bab atau dikembangkan. 

ManfaatWork Breakdown Structure (WBS) :
1.      Mengurangi kompleksitas
2.      Fasilitas penjadwalan dan pengendalian
3.      Estimasi Biaya (Cost Estimation)
4.      Penyusunan anggaran (Cost Budgeting)
5.      Perencanaan manajemen Risiko
6.      (Risk Management Planning)
7.      Identifikasi aktivitas(Activity Definition)
 Berikut ini adalah hirarki atau mind map sebuah WBS :



PERT


PERT  (PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE)
Kompleksitas sebuah pengelolaan proyek, membutuhkan identifikasi dan pemetaan atas rangkaian kegiatan yang bisa saja harus dilakukan secara serial (berurutan) atau dapat dilakukan secara paralel. Pemetaan ini dapat disusun dalam bentuk model jaringan.
Critical Path Method (CPM) dikembangkan pada tahun 1957 sebagai model jaringan untuk pemetaan alur proyek. CPM adalah metode perancangan alur proyek yang menggunakan perkiaan waktu tetap untuk setiap kegiatannya. Walau mudah dimengerti dan digunakan, CPM tidak mempertimbangkan variasi waktu yang mungkin saja dapat terjadi dan dapat memiiki dampak yang bbesar terhadap target waktu penyelesaian sebuah proyek.
Program Evaluation and Review Technique (PERT) adalah suatu model jaringan yang mampu memetakan waktu penyelesaian kegiatan yang acak. PERT dikembangkan pada akhir tahun 1950-an untuk proyek U.S NAVY's Polaris yang memiliki ribuan kontraktor. PERT dikembangkan agar tercipta ruang/potensi untuk pengurangan waktu dan biaya yang diperlukan untuk penyelesaian proyek tersebut.
Diagram (Jaringan) PERT
Dalam pengelolaan proyek, sebuah 'aktivitas' adalah kegiatan yang harus dikerjakan dan sebuah 'event' atau 'acara' merupakan tahapan penyelesaian dari satu atau lebih kkegiatan. Sebelum sebuah kegiatan dapat dimulai, semua kegiatan yang menjadi prasyarat bagi kegiatan tersebut harus seudah terselesaikan.
Diagram PERT memiliki dua komponen utama yaitu aktivitas (activities) dan tonggak event/acra (milestone). Kedua komponen ini ditandai dengan busur dan titik. Activities digambarkan pada busur dan milestone digambarkan pada titik (lingkaran).

Activities digambarkan oleh busur dan diberi kode A,B.C dst, sebagai simbol Kegiatan A:............, Kegiatan B:.........., Kegiatan C:............., dst. Busur juga diberikan keterangan berapa lama perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan yang bersangkutan. Sedangkan milestone digambarkan oleh titik/lingkaran yang diberi nomor kode 10,20,30 dst, bertujuan untuk memberi ruang apabila kemudian diperlukan penambahan kegiatan diantara masing-masing titik, misalnya diantara titik 10 dan 20, akan ditambahkan titik 15.
Proses perencanaan PERT melliputi langkah-langkah berikut :
1.      Mengidentiifikasi kegiatan (activities) dan tonggak proyek (milestone) yang spesifik.
2.      Menentukan urutan yang tepat dari kegiatan-kegiatan.
3.      Menyusun model diagram jaringan.
4.      Memperkirakan waktu yang diperlukan untuk masing-masing kegiatan.
5.      Menentukan tahapan dan jaur kritis.
6.      Melakukan pemantauan dan evaluasi serta koreksi pada diagram PERT selama proyek berlangsung.
Diagram PERT sangat bermanfaat bagi pengelolaan sebuah proyek karena menyediakan informasi berikut :
·         Jangka waktu penyelesaian proyek.
·         Kemungkinan penyelesaian proyek sebelum tanggal yang ditentukan.
·         Tahapan kegiatan yang kritis, yang dapat dikelola sebagai tambahan waktu bagi tahapan kegiatan kritis.
·         Tanggal kegiatan dimulai dan tanggal kegiatan berakhir (periode program).
Keterbatasan dan kelemahan diagram PERT secara umum adalah bahwa perkiraan atas waktu yang dibutuhkan bagi masing-masing kegiatan bersifat subyektif dan tergantung pada asumsi. Sehingga secara umum PERT cenderung terlalu optimis dalam menetapkan waktu penyelsaian sebuah proyek.
Literasi : NetMBA.Business Knowledge Centre
Daftar Pustaka : http://penabulu.org/2012/01/apa-itu-pert-program-evaluation-and-proyek-technique/

Looping pada C++

looping for

#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main()
{
clrscr();
int i,j,k,n;
cout<<"masukan angka untuk gambar segitiga :";
cin>>n;
cout<<endl;

for (i=n;i>=0;i--)
{ for(j=i;j>=0;j--)
{ cout<<" ";}
for(k=0;k<=n-i;k++)
{ cout<<"*";}
for(k=0;k<n-i;k++)
{ cout<<"*";}
cout<<endl;
}
getch();
return 0;
}

Kamis, 10 Januari 2013

Manajemen Proyek Dan Resiko


               Manajemen Proyek Dan Risiko


   Pengertian Manajemen
         Manajemen merupakan sebuah proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi yang dilibatkan untuk merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan dan mengendalikan aktifitas-aktifitas, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus menerus seiring dengan berjalannya waktu. Agar proses manajemen berjalan lancar, diperlukan sistem serta struktur organisasi yang solid. Pada organisasi tersebut, seluruh aktifitasnya haruslah berorientasi pada pencapaian sasaran. Organisasi tersebut berfungsi sebagai wadah untuk menuangkan konsep, ide-ide manajemen. Jadi dapat dikatakan bahwa manajemen merupakan suatu rangkaian tanggung jawab yang berhubungan erat satu sama lainnya.

    Pengertian Proyek
         Sebuah proyek merupakan suatu usaha atau aktifitas yang kompleks, tidak rutin, dibatasi oleh waktu, anggaran, resources dan spesifikasi performansi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sebuah proyek juga dapat diartikan sebagai upaya atau aktifitas yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan-harapan penting dengan menggunakan anggaran dana serta sumber daya yang tersedia yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Proyek selalu melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Senantiasa dibutuhkan pemberdayaan sumber daya yang tersedia, yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan penting tertentu. Aktifitas atau kegiatan pada proyek merupakan sebuah mata rantai, yang dimulai sejak dituangkannya ide, direncanakan kemudian dilaksanakan, sampai benar-benar memberikan hasil yang sesuai dengan perencanaannya semula. Proyek merupakan aktifitas yang bersifat temporer. Selalu ada pembatasan dalam pelaksanaannya dan juga dalam skala tertentu.




     Pengertian Resiko
          Ada banyak definisi tentang resiko, resiko dapat ditafsirkan sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini.

    
     Manajemen Proyek
           Manajemen proyek adalah penerapan dari pengetahuan, ketrampilan, ‘tools and techniques’ pada aktivitas-aktivitas proyek supaya persyaratan dan kebutuhan dari proyek terpenuhi. Proses-proses dari manajemen proyek dapat dikelompokkan dalam lima kelompok yaitu : ‘initiating process, planning process, executing process, controlling process dan closing process’.
Bilamana dibandingkan dengan definisi dari proyek, maka semua ‘pekerjaan yang lain’ dianggap sebagai suatu rutinitas belaka. Suatu pekerjaan rutin biasanya berlangsung secara kontinu, berulang-ulang dan berorientasi ke proses. Sebagai suatu proses yang terus menerus, pekerjaan yang rutin tidak dianggap suatu proyek.

     Manajemen Resiko
           Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian serta tuntutan hukum). Manajemen resiko adalah rangkaian langkah-langkah yang membantu suatu perangkat lunak untuk memahami dan mengatur ketidak pastian (Roger S. Pressman).


MANUSIA DAN KEGELISAHAN

     
     A.   Manusia dan kegelisahan
 
           Takut atau gelisah menurut istilah biasannya disebut juga ansietas. Ansietas merupakan suatu jenis neurosis yang tanda utamannya adalah rasa cemas atau takut berlebihan, sering sekali datangnya secara tiba-tiba, timbul sebagai akibat dari adannya konflik internal atau konflik dari dalam hati, misalnya perasaan tentang kehilangan seseorang atau sesuatu yang dicintainya. Takut atau gelisa dalam bahasa arab seiring khauf yang artinya keadaan jiwa disaat manusia terancam.
Faktor terjadinnya kegelisahan atau kecemasan:
1.       Ketidakmampuan seorang dalam menghadapi kenyataan hidup.
2.       Munculnnya rasa takut tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
3.       Situasi budaya kita yang belum mapan betul.
4.       Adannya dorongan kegelisahan dari dalam hati nuraninnya sendiri.
5.       Adannya perasaan takut kehilangan hak maupun nama baiknya.
6.       Karena sedang menunggu sesuatu.
7.       Faktor dari luar yang terjadi karena lingkungan dimana ia tinggal dan masyarakat sekitarnya.

B.    Sebab-sebab timbulnya rasa kegelisahan:

1.    Kurang beriman
          Pengaruh iman terhadap jiwa dan kehidupan manusia, diantarannya berani, sebab bagi yang beriman tidak ada yang lebih kuat dari kekuatan allah dan tidak ada kebesaran yang melebihi kebesaran allah.
2.    Kurang atau tidak yakin akan kekuatan diri sendiri
          Kurang yakin akan kekuatan diri sendiri menjadi seseorang yang pengecut, ancaman yang dihadapinya terasa begitu besar sebaliknya diri merasa kecil.
3.    Karena merasa bersalah atau berdosa
          Karena perbuatan dosa akan mengguncangkan jiwa dan menimbulkan keraguan didalam hatinnya, oleh sebab itu orang yang jiwannya labil tidak akan memiliki keyakinan dan keberanian.
 
Bentuk-bentuk Kegelisahan
    1.  Keterasingan
              Keterasingan mempunyai arti perihal yang berkenaan dengan ketersisihan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Sumber-sumber dari keterasingan:
   ~   Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat
      Contoh: Mencuri, angkuh, keras kepala, dll
  ~   Sikap rendah diri, Merasa tidak berharga karena cacat fisik, Pendidikan rendah dan sebagainnya.
 
    2. Kesepian
          Perasaan sepi singgah dihati manusia tergantung dari masalah yang menimpa jiwa orang yang mengalaminnya. Orang yang mengasingkan dirinya. Namun sebab utama orang kesepian adalah takut kehilangan hak hidup dan hak memilih mana yang baik. Selain itu juga disebab kan oleh frustasi.
 
    3. Ketidak pastian
            Orang yang berfikirnya terganggu tidak bisa berfikir secara jernih. Teratur untuk logis mengambil kesimpulan, karena dalam pikirannya selalu menerima rangsangan lain yang baru. Sehingga pikiran kacau.
 
    4. Kecemasan
            Menurut Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi 3 macam:
 A. Kecemasan tentang kenyataan
           Adalah suatu pengalaman perasaan sebagian akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulannya kecemasaan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecendrungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda tertentu atau keadaan tertentu dilingkungan.
    
B. Kecemasan neurotis(saraf)
          Ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasaan neurotis dapat dibedakan menjadi 3 bentuk:
~      Bentuk kecemasaan yang bekisar denagan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada lingkungan yang kirannya cocok
~      Bentuk ketakuran yang tegang dan irrasional (phobia)
~      Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini muncul secara tiba-tiba.
 
C. Kecemasan moril
          Merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam ego, yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati nurani.