Minggu, 29 September 2013

Hubungan softskill dengan sistem komputer


Apa itu SK ??    (Sistem Komputer)
Sistem komputer adalah suatu jaringan elektronik yang terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras yang melakukan tugas tertentu (menerima input, memproses input, menyimpan perintah-perintah, dan menyediakan output dalam bentuk informasi). Selain itu dapat pula diartikan sebagai elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktivitas dengan menggunakan komputer.
Komputer dapat membantu manusia dalam pekerjaan sehari-harinya, pekerjaan itu seperti: pengolahan kata, pengolahan angka, dan pengolahan gambar.
Elemen dari sistem komputer terdiri dari manusianya (brainware), perangkat lunak (software), set instruksi (instruction set), dan perangkat keras (hardware). Dengan demikian komponen tersebut merupakan elemen yang terlibat dalam suatu sistem komputer. Tentu saja hardware tidak berarti apa-apa jika tidak ada salah satu dari dua lainnya (softwaredan brainware).

Dan Apa itu softskill ??
Pada dasarnya merupakan keterampilan personal, yaitu ketrampilan khusus yang bersifat non-teknis, tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar yang baik. dan softskill juga dapat diartikan sebagai kemampuan yang ada pada dalam diri kita sendiri, seperti kemampuan kita berkomunikasi, mendengar dan memahami suatu persoalan dan memecahkanya.
Dengan mengulas pengertian dari sofskill kita dapat mengetahui betapa pentingnya softskill pada diri kita karena dengan adanya softskill yang kuat melekat pada diri kita, kita dapat menjalani hidup ini dengan mudah apa bila softskill kita kuat dan ditambah kemampuan kita atau skiil yang kita miliki maka semua permasalahan akan selesai. jadi betapa pentingnya softskill.


Softskills adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). Atribut soft skills, dengan demikian meliputi nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter dan sikap. Atribut softskills ini dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh kebiasaan berfikir, berkata, bertindak dan bersikap. Namun, atribut ini dapat berubah jika yang bersangkutan mau merubahnya dengan cara berlatih membiasakan diri dengan hal-hal yang baru.

Penulis buku-buku serial manajemen diri, Aribowo, membagi soft skills atau people skills menjadi dua bagian, yaitu intrapersonal skills dan interpersonal skills. Intrapersonal skills adalah keterampilan seseorang dalam ”mengatur” diri sendiri. Intrapersonal skills sebaiknya dibenahi terlebih dahulu sebelum seseorang mulai berhubungan dengan orang lain. Adapun Interpersonal skills adalah keterampilan seseorang yang diperlukan dalam berhubungan dengan orang lain. Dua jenis keterampilan tersebut dirinci sebagai berikut :

Intrapersonal Skill
• Transforming Character
• Transforming Beliefs
• Change management
• Stress management
• Time management
• Creative thinking processes
• Goal setting & life purpose
• Accelerated learning techniques

Interpersonal Skill
• Communication skills
• Relationship building
• Motivation skills
• Leadership skills
• Self-marketing skills
• Negotiation skills
• Presentation skills
• Public speaking skills

Mengingat pentingya soft skill dalam upaya membentuk karakter seseorang, maka strategi pembelajaran yang bisa dikembangkan adalah dengan mengoptimalkan interaksi dengan tengan, guru, dosen maupun rekan kerja. Disamping itu perlu juga kreativitas untuk mampu memancing sesorang untuk terlibat secara aktif, baik fisik, mental, sosial dan emosional. Dengan demikian bila hal itu sudah terbiasa dilakukan oleh seseorang maka akan terbawa nantinya bila mereka terjun di dunia kerja dan di masyarakat.


“Maka adanya mata kuliah softskill yang berada dikejurusan saya yaitu (SK) sistem komputer,  untuk menjadikan mahasiswa yang kreatif, mandiri, dan percaya diri tentunya dengan skill atau kemampuan yang dimiliki.”
#Sumber : Google


Hubungan antara softskill dengan sistem komputer


Apa itu SK ??    (Sistem Komputer)
Sistem komputer adalah suatu jaringan elektronik yang terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras yang melakukan tugas tertentu (menerima input, memproses input, menyimpan perintah-perintah, dan menyediakan output dalam bentuk informasi). Selain itu dapat pula diartikan sebagai elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktivitas dengan menggunakan komputer.
Komputer dapat membantu manusia dalam pekerjaan sehari-harinya, pekerjaan itu seperti: pengolahan kata, pengolahan angka, dan pengolahan gambar.
Elemen dari sistem komputer terdiri dari manusianya (brainware), perangkat lunak (software), set instruksi (instruction set), dan perangkat keras (hardware). Dengan demikian komponen tersebut merupakan elemen yang terlibat dalam suatu sistem komputer. Tentu saja hardware tidak berarti apa-apa jika tidak ada salah satu dari dua lainnya (softwaredan brainware).

Dan Apa itu softskill ??
Pada dasarnya merupakan keterampilan personal, yaitu ketrampilan khusus yang bersifat non-teknis, tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar yang baik. dan softskill juga dapat diartikan sebagai kemampuan yang ada pada dalam diri kita sendiri, seperti kemampuan kita berkomunikasi, mendengar dan memahami suatu persoalan dan memecahkanya.
Dengan mengulas pengertian dari sofskill kita dapat mengetahui betapa pentingnya softskill pada diri kita karena dengan adanya softskill yang kuat melekat pada diri kita, kita dapat menjalani hidup ini dengan mudah apa bila softskill kita kuat dan ditambah kemampuan kita atau skiil yang kita miliki maka semua permasalahan akan selesai. jadi betapa pentingnya softskill.


Softskills adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). Atribut soft skills, dengan demikian meliputi nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter dan sikap. Atribut softskills ini dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh kebiasaan berfikir, berkata, bertindak dan bersikap. Namun, atribut ini dapat berubah jika yang bersangkutan mau merubahnya dengan cara berlatih membiasakan diri dengan hal-hal yang baru.

Penulis buku-buku serial manajemen diri, Aribowo, membagi soft skills atau people skills menjadi dua bagian, yaitu intrapersonal skills dan interpersonal skills. Intrapersonal skills adalah keterampilan seseorang dalam ”mengatur” diri sendiri. Intrapersonal skills sebaiknya dibenahi terlebih dahulu sebelum seseorang mulai berhubungan dengan orang lain. Adapun Interpersonal skills adalah keterampilan seseorang yang diperlukan dalam berhubungan dengan orang lain. Dua jenis keterampilan tersebut dirinci sebagai berikut :

Intrapersonal Skill
• Transforming Character
• Transforming Beliefs
• Change management
• Stress management
• Time management
• Creative thinking processes
• Goal setting & life purpose
• Accelerated learning techniques

Interpersonal Skill
• Communication skills
• Relationship building
• Motivation skills
• Leadership skills
• Self-marketing skills
• Negotiation skills
• Presentation skills
• Public speaking skills

Mengingat pentingya soft skill dalam upaya membentuk karakter seseorang, maka strategi pembelajaran yang bisa dikembangkan adalah dengan mengoptimalkan interaksi dengan tengan, guru, dosen maupun rekan kerja. Disamping itu perlu juga kreativitas untuk mampu memancing sesorang untuk terlibat secara aktif, baik fisik, mental, sosial dan emosional. Dengan demikian bila hal itu sudah terbiasa dilakukan oleh seseorang maka akan terbawa nantinya bila mereka terjun di dunia kerja dan di masyarakat.


“Maka adanya mata kuliah softskill yang berada dikejurusan saya yaitu (SK) sistem komputer,  untuk menjadikan mahasiswa yang kreatif, mandiri, dan percaya diri tentunya dengan skill atau kemampuan yang dimiliki.
Serta siap menerjang dunia pekerjaan.”
#Sumber : Google


Jumat, 14 Juni 2013

Pengertian GUI dan CLI


Pengertian GUI dan CLI. Tentu kakak-kakak pernah mendengar tentang GUI dan CLI. Bagi kalian yang belum mengetahuinya pasti bertanya-tanya tentang Pengertian GUI dan CLI. Antarmuka pada sistem operasi atau komputer terbagi menjadi 2 jenis, yaitu GUI dan CLI.

GUI (Graphical User Interface), adalah antarmuka pada sistem operasi atau komputer yang menggunakan menu grafis agar mempermudah para pengguna-nya untuk berinteraksi dengan komputer atau sistem operasi.

Jadi, GUI merupakan antarmuka pada sistem operasi komputer yang menggunakan menu grafis. Menu grafis ini maksudnya terdapat tampilan yang lebih ditekankan untuk membuat sistem operasi yang user-friendly agar para pengguna lebih nyaman menggunakan komputer. Menu grafis itu ya seperti ada grafis-grafis atau gambar-gambar dan tampilan yang tujuannya untuk memudahkan para pengguna menggunakan sistem operasi.







Contoh sistem operasi yang menggunakan GUI adalah windows 8  yg menggunakan Desktop Environment .


CLI (Command Line Interface), adalah antarmuka pada sistem operasi atau komputer yang menggunakan menu baris perintah atau text atau ketikkan dari keyboard untuk berinteraksi denga sistem operasi atau komputer tersebut.

Jadi, GUI merupakan antarmuka yang menggunakan input dari keyboard untuk bisa berinteraksi dengan komputer tersebut. CLI lebih ditujukan kepada sistem operasi yang digunakan sebagai komputer server. Karena menggunakan CLI dirasa lebih efisien dan cepat daripada menggunakan GUI. Untuk berinteraksi dengan komputer, harus dengan menggunakan bafris perintah yang bisa dikenali oleh komputer. Jadi, untuk orang yang masih awam menggunakan mode CLI, masih dirasa cukup repot untuk menggunakannya.

Contoh sistem operasi yang menggunakan CLI adalah Ubuntu Server dan Windows Server 2008,DOS.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa GUI dan CLI merupakan tampilan antarmuka yang digunakan sesuai kebutuhan para penggunanya. Pada GUI menggunakan mode grafis, dan pada CLI menggunakan mode baris perintah atau text.


Terima kasih  :)



Senin, 20 Mei 2013

MAKALAH LEMARI ES



BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Kemajuan teknologi semakin berkembang sangat pesat pada kehidupan manusia di era modern ini, khususnya pada bidang elektronika. Hal ini ditandai dengan adanya berbagai peralatan yang diciptakan dan dapat dioperasikan serta digunakan secara otomatis dan dalam kehidupan saat ini kita hidup di era semua serba cepat dan tepat dalam melakukan sesuatu sehinggga kita membutuhkan alat yang digunakan untuk memberikan tanda ke pada kita untuk agar tidak melupakan sesuatu yaitu alarm dalam hal ini adalah alarm lemari es ,alarm ini digunakan untuk memberitahu kepada kita ketika kita mengambil suatu barang di dalam kulkas atau lemari es kita lupa untuk memastikan lemari es tersebut tertutup dengan baik maka di ciptakan lah alat ini yang gunanya untuk memeberitahu kita bahwa kita lupa menutup dengan baik lemari es yang telah kita buka. agar kita dapat dengan cepat menutup kembali lemari es tersebut.dengan adanya alarm lemari es ini kita dapat beraktifitas dengan tenang tanpa harus memikirkan hal-hal yang sekecil ini dan barang yang berada di dalam lemari es tetap dingin dan baik.
 Pembuatan  alat  “alarm lemari es” ini,  dibuat  sedemikian  rupa  sehingga menghasilkan sebuah suara yang sangat unik dan berbeda dari suara-suara yang lain, sehingga masyarakat  dapat membedakan dan mengenal  suara dari alarm dengan cara kerja alat yang cukup simple yaitu jika lemari es terbuka maka otomatis lampu lemari es akan menyala dan jika tertutup dengan baik maka keadaaan mati, dalam keadaan itulah alarm kami bekerja yaitu ketika pintu lemari es kurang menutup dengan rapat dan masih ada cahaya yang keluar dari celah–celah lemari es. 
LDR pada rangkaian alarm lemari es digunakan sebagai sensor untuk mengetahui alat ini berfungsi atau tidak dalam rangkaain juga dapat mengubah sensitifitas dari LDR tersebut dengan cara memutar dengan obeng trimpot 10K sehingga sensitifitas pada LDR itu bertambah.

1.2              Batasan Masalah
Pada Makalah ini permasalahan dibatasi hanya pada perancangan dan analisa kendalinya yaitu dengan menerapkannya sebuah diagram blok dan langkah kerja dari alat yang kami buat, Untuk permasalahan yang lainnya tidak dibahas lebih mendalam.
1.3              Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai dari pembahasan masalah dalam laporan  ini adalah sebagai berikut:
1. Memberikan  penjelasan  dan  cara  kerja  secara  garis  besar  dari  proyek
    elektronika yang telah dibuat. “Alarm lemari es”.
2. Memberikan  pengenalan  dasar  tentang  rangkaian  digital,  serta
    komponen-komponen dalam perangkat elektronika.
3. Sebagai  syarat  kelulusan  dan  syarat  untuk  mengikuti  Ujian  Akhir  Semester
    pada Semester ini tahun ajaran 2012/2013.
4. Menambah  wawasan  penulis  mengenai  perkembangan  didalam  bidang
    elektronika.
5. Melatih penulis dalam karya tulis.

1.4   METODE PENULISAN
Beberapa metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah:
1.4.1              konsultasi
yaitu dengan malukukan pertanyaan kepada kakak asisten lab elektronika tentang pembuatan alat dan juga penulisab makalah.dan juga setiapa melakukan konsule hasil nya dapat diperiksa apakah ada yang salah.maka dapat di cari kebenarannnya.


1.4.2  Studi Pustaka
  Mendapatkan bahan penulisan tentang komponen-komponen yang akan digunakan untuk membuat Alarm lemari es melalui buku atau situs-situs yang ada hubungannya dengan penulisan ilmiah.

1.5              Sistematika Penulisan
Sistematik penulisan dalam makalah ini terdiri dari 5 (lima) bab yang bertujuan agar  pembaca  dapat  memahami  dan  mengerti  isi  dari  laporan  ini,  yang  terdiri dari :

BAB I Pendahuluan

Pada bab ini praktikan menjelaskan  tentang penggunaan dan aplikasi  perangkat elektronika  dalam  kehidupan  sehari-hari  dan  penggunaannya  dalam teknologi sekarang ini. Serta kami juga akan menjelaskan tentang tujuan dalam pembuatan proyek yang berjudul  “ Alarm lemari ES ”

BAB II  Landasan Teori

Berisikan tentang teori dasar yang berhubungan dengan analisa rangkaian proyek,dan kerangka terbentuknya proyek “ Alarm lemari ES “ ini.

BAB III  Analisa Rangkaian

Dalam  analisa  rangkaian,  kami  akan  menjelaskan  dan  menganalisa  rangkaian baik  secara  blok  maupun  secara  detail,  sehingga  dalam  penggunaannya  akan semakin jelas dan mudah dimengerti.

BAB IV Cara Pengoperasian Alat

Berisi tentang cara dan panduan dalam pengoprasian alat dari proyek yang akan kami presentasikan.

BAB V  Penutup

Berisi  kesimpulan,  rangkuman  dan  saran-saran  dari  apa  yang  telah  diuraikan pada bab-bab sebelumnya.


BAB II
LANDASAN TEORI

Untuk mengetahui prinsip kerja rangkaian alat alarm lemari es, terlebih dahulu kita harus mengetahui dan mempelajari prinsip-prinsip atau dasar-dasar teori dari rangkaian digital / rangkaian elektronik digital yang berkaitan dengan pembuatan rangkaian. Selain itu kita juga perlu mengetahui komponen-komponen apa saja yang terdapat di dalam alat alarm lemari es serta mengetahui jenis-jenis dan kegunaan dari setiap komponen-komponen tersebut.
2.1     Teori Dasar
Sebelum mempelajari rangkaian alat alrm lemari es kita akan mempelajari yang di maksud dengan Rangkaian Elektronika Digital. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Rangkaian Elektronika Digital adalah sistem elektronika yang tersusun dari berbagai macam komponen elektronika yang menggunakan signal digital. Elektronika Digital juga bisa di katakan sebagai rangkaian elektronika yang membutuhkan aliran listrik atau energi kimia untuk menggerakkan atau membuat benda tersebut berfungsi.
Rangkaian Elektronika Digital merupakan aplikasi dari aljabar boolean dan digunakan pada berbagai bidang seperti komputer, telpon  selular dan berbagai perangkat lain. Itu di karenakan elektronika digital mempunyai beberapa keuntungan, di antaranya sistem digital mempunyai antar muka yang mudah dikendalikan dengan komputer penyimpanan informasi ini jauh lebih mudah dibandingkan dengan analog.
Rangkaian Elektronika Digital biasanya di lambangkan dengan notasi aljabar 1 dan 0. Notasi 1 melambangkan terjadinya hubungan, sedangkan notasi 0 melambangkan tidak terjadinya hubungan. Contoh yang paling sederhana untuk memahami notasi ini adalah saklar lampu. Ketika kita tekan ON berarti terjadi hubungan sehingga dinotasikan 1. Ketika kita tekan OFF maka akan berlaku sebaliknya. Elektronika Analog dan Digital merupakan pengenalan, penggunaan tentang dasar macam dan karakteristik komponen-komponen elektronika serta sistem pembilangan dan gerbang dasar maupun kombinasional. Ilmu elektronika analog dan digital biasanya mencakup tentang pengetahuan dasar teori atom, bahan penghantar, isolator dan semikonduktor, serta sistem pembilangan dan gerbang dasar.
Elektronika Digital pada dasarnya tersusun dari apa yang disebut sebagai gerbang logika. Gerbang logika melakukan operasi logika pada satu atau lebih input dan menghasilkan ouput yang tunggal. Output yang dihasilkan merupakan hasil dari serangkaian operasi logika berdasarkan prinsip prinsip aljabar boolean. Dalam pengertian elektronik, input dan output ini diwujudkan dengan voltase atau arus (tergantung dari tipe elektronik yang digunakan). Dasar pembentukan gerbang logika adalah tabel kebenaran (truth table). Ada tiga bentuk dasar dari tabel kebenaran yaitu AND, OR, dan NOT. Serta gerbang logika turunan NAND, NOR dan X-OR.

2.1.1        Gerbang AND
Gerbang AND dinyatakan sebagai Y = A · B, dimana output rangkaian Y bernilai 1, hanya jika kedua inputnya A dan B masing-masing bernilai 1; dan output Y bernilai 0 untuk nilai-nilai A dan B yang lain.  Simbol gerbang AND dapat dilihat pada Gambar .
A
B
Y
 



Gambar 1.1.  Simbol gerbang AND
Sedangkan tabel kebenaran untuk rangkaian gerbang AND adalah:

AND
A
B
Y = A . B
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1







Tabel  1.1 Tabel kebenaran dari gerbang AND
2.1.2        Gerbang OR
Gerbang OR dinyatakan sebagai Y = A + B, dimana output rangkaian Y bernilai 0, hanya jika kedua inputnya A dan B masing-masing bernilai 0; dan output Y bernilai 1 untuk nilai-nilai A dan B yang lain.  Simbol gerbang OR dapat dilihat pada Gambar .
A
B
Y
 



Gambar 1.2.  Simbol gerbang OR
Adapun tabel kebenaran untuk rangkaian gerbang OR, sebagai berikut:

OR
A
B
Y = A + B
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1

Tabel 1.2. Tabel kebenaran dari gerbang OR

2.1.3        Gerbang NOT
Gerbang NOT juga dikenal sebagai inverter dan dinyatakan sebagai Y = . Nilai output Y merupakan negasi atau komplemen dari input A. Jika input A bernilai 1, maka output Y bernilai 0, demikian sebaliknya. Simbol gerbang NOT dapat dilihat pada Gambar .
A
Y
 



Gambar 1.3.  Simbol gerbang NOT
Sedangkan tabel kebenaran untuk rangkaian gerbang NOT adalah:


NOT
A
Y
0
1
1
0

    Tabel 1.3. Tabel kebenaran dari gerbang NOT

2.1.4        Gerbang NAND
Gerbang NAND dinyatakan sebagai Y = , dimana output rangkaian Y bernilai 0, hanya jika kedua inputnya A dan B masing-masing bernilai 1; dan output Y bernilai 1 untuk nilai-nilai A dan B yang lain. Jadi NAND adalah komplemen dari AND. Simbol gerbang NAND dapat dilihat pada Gambar .
A
B
Y
 



      Gambar 1.4.  Simbol gerbang NAND
Adapun tabel kebenaran untuk rangkaian gerbang NAND, sebagai berikut:
AND
A
B
Y = A . B
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
0
\


Tabel 1.4. Tabel kebenaran dari gerbang NAND
2.1.5        Gerbang NOR
Gerbang NOR dinyatakan sebagai Y = , dimana output rangkaian Y bernilai 1, hanya jika kedua inputnya A dan B masing-masing bernilai 0, dan output Y bernilai 0 untuk nilai-nilai A dan B yang lain. Jadi NOR adalah komplemen dari OR. Simbol gerbang NOR dapat dilihat pada Gambar .
A
B
Y
 



Gambar 1.5.  Simbol gerbang NOR
Adapun tabel kebenaran untuk rangkaian gerbang NOR, sebagai berikut:
OR
A
B
Y = A + B
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
0

Tabel1.5. Tabel kebenaran dari gerbang NOR
2.1.6        Gerbang X-OR
Gerbang X-OR dinyatakan sebagai Y =  atau disederhanakan menjadi Y = A Ã… B, dimana output rangkaian Y bernilai 0, jika kedua input A dan B memiliki nilai yang sama, dan output Y bernilai 1 jika kedua input A dan B memiliki nilai yang tidak sama.  Simbol gerbang X-OR dapat dilihat pada Gambar .
A
B
Y
 



Gambar 1.6.  Simbol gerbang X-OR
Adapun tabel kebenaran untuk rangkaian gerbang X-OR, sebagai berikut:

OR
A
B

Y = A  +   B
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0

Tabel 1.6. Tabel kebenaran dari gerbang X-OR


2.1.7     Komponen Elektronika Dasar

Komponen Elektronika Dasar merupakan media aliran elektron yang arah alirannya dari kutup negatif sumber tenaga, melewati beberapa komponen dan menuju ke kutup positif sumber tenaga. Atau juga bisa dikatakan media aliran arus listrik yang arah alirannya dari kutup positif yang melewati beberapa komponen=komponen dan menuju ke kutup negatif.
Komponen Elektronika Dasar terbagi menjadi 2 macam, yaitu komponen aktif dan komponen pasif. Dua macam komponen ini lah yang selalu ada dalam setiap rangkaian elektronika.
Komponen Aktif adalah komponen elektronika yang memerlukan arus listrik atau tegangan agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika. Contoh dari komponen aktif yaitu Transistor dan IC juga Lampu Tabung. Besarnya arus panjar bisa berbeda-beda untuk tiap komponen2 ini.
Sedangkan Komponen Pasif adalah komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus tegangan atau listrik. Contoh dari komponen pasif adalah resistor, kapasitor, transformator atau trafo, dioda dan komponen lainnya. Dalam dasar elektronika kedua jenis komponen ini hampir selalu digunakan bersama-sama, kecuali dalam rangkaian-rangkaian pasif yang hanya menggunakan komponen pasif saja misalnya rangkaian baxandall pasif, tapis pasif dan lainnya. Untuk IC (Integrated Circuit) adalah gabungan dari komponen aktif dan pasif yang disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika dan diperkecil ukuran fisiknya



BAB III
ANALISA RANGKAIAN
3.1 Analisa Rangkaian Secara Blok Diagram
Analisa secara blok diagram untuk “blingking arrow “ ini dibagi menjadi empat bagian yaitu : input, multivibrator, Ic / penguat dan Output. Dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut dibawah ini :
INPUT
PROSES
OUTPUT
AKTIVATOR

LDR

IC 4093

BUZZER
 








SWITCH
                      
                                                                                                        
                         
Gambar 3.1 Rangkaian Secara Blok Diagram

3.1.1 AKTIVATOR
Aktivator atau sama dengan power supply yang berfungsi untuk memberi tegangan pada rangkaian elektronika pada rangkaian ini membutuhkan suber untuk pengganti baeterai yaiti tegangan sebesar 9 V untuk mengoperasikannya. Akattivator juga memiliki egunaan sebagai pengalir listrik dimna setiap koponen yang terpasang jika tidak teraliri listrik maka dia akan mati atau tidak hidup.


3.1.2 INPUTAN
Pada Rangkaian Alrm lemari es ini sebagai inputan adalah LDR (Light Dependent Resistor) berfungsi sebagai sensor di mana nilai pada sensor LDR adalah penting ketika LDR dalam keadaan terang nilai pada LDR membuat alat alarm lemari es menyala sedangkan nilai pada LDR yang
terhubung dengannya dan mengkatifkan komponen – komponen dalam rangkaian ini.
Tegangan masuk bisa melalui LDR ataupun saklar. Bila
tidak menyala atau dalam keadaan gelap maka alat dalam keadaan mati.sedangkan switch digunakan ketika LDR dalam keadaan mati switch nya akan mati juga tetapi jika keadaan menyala switch ditekan dengan baik maka hasilnya adalah  menyala. 

3.1.3             PROSES
IC 4093 terdiri dari gerbang NAND ini di gunakan pada rangkaian ini adalah IC4093, IC tersebut berjenis CMOS. IC CMOS banyak di gunakan pada instrumen-intsrumen elektronika karena dilihat dari keunggulan teknologinya dibanding dengan jenis IC lainnya.
IC ini terdiri dari 4 buah penyulut Schmitt. Pada prinsipnya IC CMOS 4093 dan IC TTL mempunyai dasar pengertian yang sama, kedua IC ini mempunyai gerbang yang sama yaitu terdiri 4 gerbang NAND 2 masukan. Gerbang NAND merupakan gerbang AND yang di NOT kan, sehingga output NAND menjadi kebalikan dari output AND. Salah satu kelebihan IC CMOS adalah konsumsi dayanya rendah sehingga cocok dipakai pada peralatan elektronika yang memnggunakan battere. IC 4093 ini digunakaan pada rangkaian alarm lemari es sebagai penyimpanan data dengan pengertian IC seperti diatas dapat di simpulkan bahwa IC ini yang memeberikan kondisi pada ragkaian alarm ini dengan kondisi adalah jika keadaan gelap maka tidak ad output sama sekali dan jika dalam kondisi terang baru ada output yang keluar yaitu detak dari bunyi alarm tersebut yang di keluarkan oleh buzzer. 

3.1.4             Output
Jika proses pada rangkaian sudah berjalan mak output yang akan terjadi adalah buzzer mengeluarkan suara dengan system dinamis yaitu gelombang yang keluar beraturan tidak gelombang yang lurus. Ketika buzzer mengeluarkan suara terjadi karena adanya perbadingan tegangan tinggi dan tegangan rendah dari output kaki IC ini, maka tegangan bisa mengalir pada kedua kaki buzzer dan kemudian memicu aktif buzzer

3.2                   Analisa Rangkaian Secara Detail
Rangkaian Alarm lemari es pada dasarnya adalah rangkaian yang mengacu pada kesalahan manusia dimana setiap manusia tidak dpat sempurna melakukan suatu aktifitas dan contoh nya sangat dekat dengan kkita dimana setiap orang bias saja lupa saat di sedang membuka pintu lemari es dimna disitu lah kegunaan dari alarm ini ketika lemari es terus terbua maka alarm aan terus berbunyi dan maka ketika  . Dan untuk itu dengan memanfaatkan beberapa komponen seperti IC 4093, empat buah trimpot, dua buah kapasitor dan sebuah swicth serta buzzer sebagai outputnya bisa menciptakan gelombang yang seperti itu.
Rangkaian ini memiliki input berupa power atau tegangan sebesar 9V dan Ground yang kemudian akan di proses di dalam IC 4093. IC 4093 mampu beroperasi baik dalam keadaan gelap atau tidak ad cahaya maupun ada cahaya, dengan bantuan dari komponen yang saling terhubung seperti diode yang berfungsi sebagai penyearah arus dimana nilai dari resistor yang akan masuk ke dalam IC melaui resistansi LDR menuju ke R 3 maka tegangan yang masuk di searahkan terlebih dahulu oleh diada sehingga beban yang masuk ke dalam IC tidak terlalu besar sehingga tida akan terjadi kerusakan pada IC.
Pada rangkaian ini, kita menggunakan IC CMOS 4093 yang bertipe NAND. Jadi nilai output diberi inverter. Setiap tegangan yang masuk ke kaki – kaki input, tegangan diubah menjadi logika 0 atau 1.ini merupakan rangkaian keadan menyala di mana setiap komponen mendapatkan arus karena vcc mengalirkan arus dimana 1 itu bernilai menyala (high) dan arus yang mengalir lainnya bernilai 0 sehingga tidak ada arus mengalir atau tidak menyala (low).
Operasi isolator diperoleh ketika N1 bermuatan 1 atau dalam keadaan menyala sehingga timbulah operasi isolataor di mana membuat nialai pada gelombang naik turun atau tidak menentu\. Karena adanya perbandingan tinggi rendah tegangan di kedua kaki buzzer, maka buzzer bisa mengalirkan tegangan sehingga bisa mengeluarkan output berupa suara yang berdenyut karena adanya osilator tadi.




BAB III
ANALISA RANGKAIAN
3.1 Analisa Rangkaian Secara Blok Diagram
Analisa secara blok diagram untuk “blingking arrow “ ini dibagi menjadi empat bagian yaitu : input, multivibrator, Ic / penguat dan Output. Dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut dibawah ini :
INPUT
PROSES
OUTPUT
AKTIVATOR

LDR

IC 4093

BUZZER
 








SWITCH
                      
                                                                                                        
                         
Gambar 3.1 Rangkaian Secara Blok Diagram

3.1.1 AKTIVATOR
Aktivator atau sama dengan power supply yang berfungsi untuk memberi tegangan pada rangkaian elektronika pada rangkaian ini membutuhkan suber untuk pengganti baeterai yaiti tegangan sebesar 9 V untuk mengoperasikannya. Akattivator juga memiliki egunaan sebagai pengalir listrik dimna setiap koponen yang terpasang jika tidak teraliri listrik maka dia akan mati atau tidak hidup.


3.1.2 INPUTAN
Pada Rangkaian Alrm lemari es ini sebagai inputan adalah LDR (Light Dependent Resistor) berfungsi sebagai sensor di mana nilai pada sensor LDR adalah penting ketika LDR dalam keadaan terang nilai pada LDR membuat alat alarm lemari es menyala sedangkan nilai pada LDR yang
terhubung dengannya dan mengkatifkan komponen – komponen dalam rangkaian ini.
Tegangan masuk bisa melalui LDR ataupun saklar. Bila
tidak menyala atau dalam keadaan gelap maka alat dalam keadaan mati.sedangkan switch digunakan ketika LDR dalam keadaan mati switch nya akan mati juga tetapi jika keadaan menyala switch ditekan dengan baik maka hasilnya adalah  menyala. 

3.1.3             PROSES
IC 4093 terdiri dari gerbang NAND ini di gunakan pada rangkaian ini adalah IC4093, IC tersebut berjenis CMOS. IC CMOS banyak di gunakan pada instrumen-intsrumen elektronika karena dilihat dari keunggulan teknologinya dibanding dengan jenis IC lainnya.
IC ini terdiri dari 4 buah penyulut Schmitt. Pada prinsipnya IC CMOS 4093 dan IC TTL mempunyai dasar pengertian yang sama, kedua IC ini mempunyai gerbang yang sama yaitu terdiri 4 gerbang NAND 2 masukan. Gerbang NAND merupakan gerbang AND yang di NOT kan, sehingga output NAND menjadi kebalikan dari output AND. Salah satu kelebihan IC CMOS adalah konsumsi dayanya rendah sehingga cocok dipakai pada peralatan elektronika yang memnggunakan battere. IC 4093 ini digunakaan pada rangkaian alarm lemari es sebagai penyimpanan data dengan pengertian IC seperti diatas dapat di simpulkan bahwa IC ini yang memeberikan kondisi pada ragkaian alarm ini dengan kondisi adalah jika keadaan gelap maka tidak ad output sama sekali dan jika dalam kondisi terang baru ada output yang keluar yaitu detak dari bunyi alarm tersebut yang di keluarkan oleh buzzer. 

3.1.4             Output
Jika proses pada rangkaian sudah berjalan mak output yang akan terjadi adalah buzzer mengeluarkan suara dengan system dinamis yaitu gelombang yang keluar beraturan tidak gelombang yang lurus. Ketika buzzer mengeluarkan suara terjadi karena adanya perbadingan tegangan tinggi dan tegangan rendah dari output kaki IC ini, maka tegangan bisa mengalir pada kedua kaki buzzer dan kemudian memicu aktif buzzer

3.2                   Analisa Rangkaian Secara Detail
Rangkaian Alarm lemari es pada dasarnya adalah rangkaian yang mengacu pada kesalahan manusia dimana setiap manusia tidak dpat sempurna melakukan suatu aktifitas dan contoh nya sangat dekat dengan kkita dimana setiap orang bias saja lupa saat di sedang membuka pintu lemari es dimna disitu lah kegunaan dari alarm ini ketika lemari es terus terbua maka alarm aan terus berbunyi dan maka ketika  . Dan untuk itu dengan memanfaatkan beberapa komponen seperti IC 4093, empat buah trimpot, dua buah kapasitor dan sebuah swicth serta buzzer sebagai outputnya bisa menciptakan gelombang yang seperti itu.
Rangkaian ini memiliki input berupa power atau tegangan sebesar 9V dan Ground yang kemudian akan di proses di dalam IC 4093. IC 4093 mampu beroperasi baik dalam keadaan gelap atau tidak ad cahaya maupun ada cahaya, dengan bantuan dari komponen yang saling terhubung seperti diode yang berfungsi sebagai penyearah arus dimana nilai dari resistor yang akan masuk ke dalam IC melaui resistansi LDR menuju ke R 3 maka tegangan yang masuk di searahkan terlebih dahulu oleh diada sehingga beban yang masuk ke dalam IC tidak terlalu besar sehingga tida akan terjadi kerusakan pada IC.
Pada rangkaian ini, kita menggunakan IC CMOS 4093 yang bertipe NAND. Jadi nilai output diberi inverter. Setiap tegangan yang masuk ke kaki – kaki input, tegangan diubah menjadi logika 0 atau 1.ini merupakan rangkaian keadan menyala di mana setiap komponen mendapatkan arus karena vcc mengalirkan arus dimana 1 itu bernilai menyala (high) dan arus yang mengalir lainnya bernilai 0 sehingga tidak ada arus mengalir atau tidak menyala (low).
Operasi isolator diperoleh ketika N1 bermuatan 1 atau dalam keadaan menyala sehingga timbulah operasi isolataor di mana membuat nialai pada gelombang naik turun atau tidak menentu\. Karena adanya perbandingan tinggi rendah tegangan di kedua kaki buzzer, maka buzzer bisa mengalirkan tegangan sehingga bisa mengeluarkan output berupa suara yang berdenyut karena adanya osilator tadi.


BAB IV
CARA PENGOPERASIAN ALAT

4.1      Langkah-langkah Pengoperasian Alat

Pada bab ini akan dikenalkan tentang bagaimana cara mengoperasikan rangkaian alarm lemari es yang telah kami buat. Agar lebih mudah untuk menerangkan bagaimana cara kerja rangkaian yang kami buat, seperti di bawah ini:

Untuk mempermudah, kami menyajikan cara pengoperasian alarm lemari es secara sistematis seperti di bawah ini :
  1. Hubungkan arus positif dengan tegangan 12V satu daya pada jack banana positif rangkaian.
  2. Hubungkan ground satu daya pada jack banana ground negative rangkaian.
  3. Selanjutnya Nyalakan Power Supply.
  4. Pada saat Power Supply dinyalakan maka LED pada Rangakaian ini akan langsung menyala dan mengeluarkan bunyi pada buzzer.
  5. Dan untuk mengatur tingkat sensitifitas dari LDR menggunakan trimpot dengan memutarnya menggunakan obeng sehingga nilai sensitifitas pada LDR baik ketia keadaan menyala atau mati.  



BAB IV
CARA PENGOPERASIAN ALAT

4.1      Langkah-langkah Pengoperasian Alat

Pada bab ini akan dikenalkan tentang bagaimana cara mengoperasikan rangkaian alarm lemari es yang telah kami buat. Agar lebih mudah untuk menerangkan bagaimana cara kerja rangkaian yang kami buat, seperti di bawah ini:

Untuk mempermudah, kami menyajikan cara pengoperasian alarm lemari es secara sistematis seperti di bawah ini :
  1. Hubungkan arus positif dengan tegangan 12V satu daya pada jack banana positif rangkaian.
  2. Hubungkan ground satu daya pada jack banana ground negative rangkaian.
  3. Selanjutnya Nyalakan Power Supply.
  4. Pada saat Power Supply dinyalakan maka LED pada Rangakaian ini akan langsung menyala dan mengeluarkan bunyi pada buzzer.
  5. Dan untuk mengatur tingkat sensitifitas dari LDR menggunakan trimpot dengan memutarnya menggunakan obeng sehingga nilai sensitifitas pada LDR baik ketia keadaan menyala atau mati. 






BAB IV
CARA PENGOPERASIAN ALAT

4.1      Langkah-langkah Pengoperasian Alat

Pada bab ini akan dikenalkan tentang bagaimana cara mengoperasikan rangkaian alarm lemari es yang telah kami buat. Agar lebih mudah untuk menerangkan bagaimana cara kerja rangkaian yang kami buat, seperti di bawah ini:

Untuk mempermudah, kami menyajikan cara pengoperasian alarm lemari es secara sistematis seperti di bawah ini :
  1. Hubungkan arus positif dengan tegangan 12V satu daya pada jack banana positif rangkaian.
  2. Hubungkan ground satu daya pada jack banana ground negative rangkaian.
  3. Selanjutnya Nyalakan Power Supply.
  4. Pada saat Power Supply dinyalakan maka LED pada Rangakaian ini akan langsung menyala dan mengeluarkan bunyi pada buzzer.
  5. Dan untuk mengatur tingkat sensitifitas dari LDR menggunakan trimpot dengan memutarnya menggunakan obeng sehingga nilai sensitifitas pada LDR baik ketia keadaan menyala atau mati. 






BAB IV
CARA PENGOPERASIAN ALAT

4.1      Langkah-langkah Pengoperasian Alat

Pada bab ini akan dikenalkan tentang bagaimana cara mengoperasikan rangkaian alarm lemari es yang telah kami buat. Agar lebih mudah untuk menerangkan bagaimana cara kerja rangkaian yang kami buat, seperti di bawah ini:

Untuk mempermudah, kami menyajikan cara pengoperasian alarm lemari es secara sistematis seperti di bawah ini :
  1. Hubungkan arus positif dengan tegangan 12V satu daya pada jack banana positif rangkaian.
  2. Hubungkan ground satu daya pada jack banana ground negative rangkaian.
  3. Selanjutnya Nyalakan Power Supply.
  4. Pada saat Power Supply dinyalakan maka LED pada Rangakaian ini akan langsung menyala dan mengeluarkan bunyi pada buzzer.
  5. Dan untuk mengatur tingkat sensitifitas dari LDR menggunakan trimpot dengan memutarnya menggunakan obeng sehingga nilai sensitifitas pada LDR baik ketia keadaan menyala atau mati. 






BAB V
PENUTUP
5.1      Kesimpulan
                                                                                                              
Rangkaian Alarm Lemari ES adalah sebuah rangkaian yang dimana sebagian besar komponen outputnya adalah bunyi pada buzze, dimana detak pulsa input dan outputnya diatur oleh IC 4093 Schmitt Trigger, yang di mana rangkaian ini memiliki input LDR dan Switch di mana LDR berfungsi sebagai sensoar ketika keadaan LDR mendapatkan cahaya maka rangkaian akan berbunyi yaitu buzzer. lalu untuk mengubah nilai sensitifitas pada LDR adalah dengan memutar trimpot yang terdapat pada rangkaian, lalu untuk mendunkung rangkaian ini dibutuhkan beberapa komponen penunjang seperti resistor, transistor, potensio, led dan sumber arus sehingga alat dapat berfungsi dengan benar dan tepat.

5.2      Saran
Dalam pengerjaan alat, hendaknya hati hati. Dimulai dari penggambaran ke papan pcb. Karena dari pengalaman praktikan, beberapa percobaan gagal karena adanya garis garis rangkaian yang putus, seperti kena goresan pada saat mencelup papan ke larutan ferriclorit. Pada rangkaian pastikan kembali harus benar dan tepat supaya rangkaian dapat berjalan. Kemudian pada saat pemasangan komponen gunakanlah sesuai dengan komponen yang diminta. Agar tidak terjadi kesalahan. Yang perlu diperhatikan pada komponen adalah ketika pemasangan IC jangan langsung di solder pada pcb melainkan harus menggunakan soketIC agar IC tidak panas dan agar tidak rusak . Ini semua adalah hal yang membuat banyak proyek alat gagal. Dan penyusun banyak belajar dalam kesalahan kesalahan seperti hal ini.


BAB V
PENUTUP
5.1      Kesimpulan
                                                                                                              
Rangkaian Alarm Lemari ES adalah sebuah rangkaian yang dimana sebagian besar komponen outputnya adalah bunyi pada buzze, dimana detak pulsa input dan outputnya diatur oleh IC 4093 Schmitt Trigger, yang di mana rangkaian ini memiliki input LDR dan Switch di mana LDR berfungsi sebagai sensoar ketika keadaan LDR mendapatkan cahaya maka rangkaian akan berbunyi yaitu buzzer. lalu untuk mengubah nilai sensitifitas pada LDR adalah dengan memutar trimpot yang terdapat pada rangkaian, lalu untuk mendunkung rangkaian ini dibutuhkan beberapa komponen penunjang seperti resistor, transistor, potensio, led dan sumber arus sehingga alat dapat berfungsi dengan benar dan tepat.

5.2      Saran
Dalam pengerjaan alat, hendaknya hati hati. Dimulai dari penggambaran ke papan pcb. Karena dari pengalaman praktikan, beberapa percobaan gagal karena adanya garis garis rangkaian yang putus, seperti kena goresan pada saat mencelup papan ke larutan ferriclorit. Pada rangkaian pastikan kembali harus benar dan tepat supaya rangkaian dapat berjalan. Kemudian pada saat pemasangan komponen gunakanlah sesuai dengan komponen yang diminta. Agar tidak terjadi kesalahan. Yang perlu diperhatikan pada komponen adalah ketika pemasangan IC jangan langsung di solder pada pcb melainkan harus menggunakan soketIC agar IC tidak panas dan agar tidak rusak . Ini semua adalah hal yang membuat banyak proyek alat gagal. Dan penyusun banyak belajar dalam kesalahan kesalahan seperti hal ini.

BAB V
PENUTUP
5.1      Kesimpulan
                                                                                                              
Rangkaian Alarm Lemari ES adalah sebuah rangkaian yang dimana sebagian besar komponen outputnya adalah bunyi pada buzze, dimana detak pulsa input dan outputnya diatur oleh IC 4093 Schmitt Trigger, yang di mana rangkaian ini memiliki input LDR dan Switch di mana LDR berfungsi sebagai sensoar ketika keadaan LDR mendapatkan cahaya maka rangkaian akan berbunyi yaitu buzzer. lalu untuk mengubah nilai sensitifitas pada LDR adalah dengan memutar trimpot yang terdapat pada rangkaian, lalu untuk mendunkung rangkaian ini dibutuhkan beberapa komponen penunjang seperti resistor, transistor, potensio, led dan sumber arus sehingga alat dapat berfungsi dengan benar dan tepat.

5.2      Saran
Dalam pengerjaan alat, hendaknya hati hati. Dimulai dari penggambaran ke papan pcb. Karena dari pengalaman praktikan, beberapa percobaan gagal karena adanya garis garis rangkaian yang putus, seperti kena goresan pada saat mencelup papan ke larutan ferriclorit. Pada rangkaian pastikan kembali harus benar dan tepat supaya rangkaian dapat berjalan. Kemudian pada saat pemasangan komponen gunakanlah sesuai dengan komponen yang diminta. Agar tidak terjadi kesalahan. Yang perlu diperhatikan pada komponen adalah ketika pemasangan IC jangan langsung di solder pada pcb melainkan harus menggunakan soketIC agar IC tidak panas dan agar tidak rusak . Ini semua adalah hal yang membuat banyak proyek alat gagal. Dan penyusun banyak belajar dalam kesalahan kesalahan seperti hal ini.


LAMPIRAN



Description: C:\Users\acer\Pictures\x.PNG
Gambar 3.0  Rangkaian alarm lemari es



Komponen-komponen yang digunakan :
1.      Trimpot (10K) & (20K)
2.      Kapasitor (10µF dan 10µF)
3.      Switch
4.      IC, CD 4093
5.      Buzzer
6.      LDR.
Description: 312757_307565082677779_2090022205_n.jpg


Description: Capture.PNG

 
BAB V
PENUTUP
5.1      Kesimpulan
                                                                                                              
Rangkaian Alarm Lemari ES adalah sebuah rangkaian yang dimana sebagian besar komponen outputnya adalah bunyi pada buzze, dimana detak pulsa input dan outputnya diatur oleh IC 4093 Schmitt Trigger, yang di mana rangkaian ini memiliki input LDR dan Switch di mana LDR berfungsi sebagai sensoar ketika keadaan LDR mendapatkan cahaya maka rangkaian akan berbunyi yaitu buzzer. lalu untuk mengubah nilai sensitifitas pada LDR adalah dengan memutar trimpot yang terdapat pada rangkaian, lalu untuk mendunkung rangkaian ini dibutuhkan beberapa komponen penunjang seperti resistor, transistor, potensio, led dan sumber arus sehingga alat dapat berfungsi dengan benar dan tepat.

5.2      Saran
Dalam pengerjaan alat, hendaknya hati hati. Dimulai dari penggambaran ke papan pcb. Karena dari pengalaman praktikan, beberapa percobaan gagal karena adanya garis garis rangkaian yang putus, seperti kena goresan pada saat mencelup papan ke larutan ferriclorit. Pada rangkaian pastikan kembali harus benar dan tepat supaya rangkaian dapat berjalan. Kemudian pada saat pemasangan komponen gunakanlah sesuai dengan komponen yang diminta. Agar tidak terjadi kesalahan. Yang perlu diperhatikan pada komponen adalah ketika pemasangan IC jangan langsung di solder pada pcb melainkan harus menggunakan soketIC agar IC tidak panas dan agar tidak rusak . Ini semua adalah hal yang membuat banyak proyek alat gagal. Dan penyusun banyak belajar dalam kesalahan kesalahan seperti hal ini.


BAB V
PENUTUP
5.1      Kesimpulan
                                                                                                              
Rangkaian Alarm Lemari ES adalah sebuah rangkaian yang dimana sebagian besar komponen outputnya adalah bunyi pada buzze, dimana detak pulsa input dan outputnya diatur oleh IC 4093 Schmitt Trigger, yang di mana rangkaian ini memiliki input LDR dan Switch di mana LDR berfungsi sebagai sensoar ketika keadaan LDR mendapatkan cahaya maka rangkaian akan berbunyi yaitu buzzer. lalu untuk mengubah nilai sensitifitas pada LDR adalah dengan memutar trimpot yang terdapat pada rangkaian, lalu untuk mendunkung rangkaian ini dibutuhkan beberapa komponen penunjang seperti resistor, transistor, potensio, led dan sumber arus sehingga alat dapat berfungsi dengan benar dan tepat.

5.2      Saran
Dalam pengerjaan alat, hendaknya hati hati. Dimulai dari penggambaran ke papan pcb. Karena dari pengalaman praktikan, beberapa percobaan gagal karena adanya garis garis rangkaian yang putus, seperti kena goresan pada saat mencelup papan ke larutan ferriclorit. Pada rangkaian pastikan kembali harus benar dan tepat supaya rangkaian dapat berjalan. Kemudian pada saat pemasangan komponen gunakanlah sesuai dengan komponen yang diminta. Agar tidak terjadi kesalahan. Yang perlu diperhatikan pada komponen adalah ketika pemasangan IC jangan langsung di solder pada pcb melainkan harus menggunakan soketIC agar IC tidak panas dan agar tidak rusak . Ini semua adalah hal yang membuat banyak proyek alat gagal. Dan penyusun banyak belajar dalam kesalahan kesalahan seperti hal ini.